Tanpa bermaskud menyebarkan isu SARA, beberapa orang (salah satunya adalah robert murray, pengarang buku islamic invasion) menuduh bahwa Allah, sesembahan umat Islam adalah dewa bulan, karena mereka menganggap bahwa simbol islam adalah bulan(crescent) dan bintang..Hal semacam ini pernah saya temui sendiri di berbagai tempat di dunia maya dimana beberapa orang menyimpulkan bahwa Allah, sesembahan umat Islam adalah dewa bulan. termasuk juga dalam buku Islamic Invasion ini sebagai sebuah serangan kepada Islam.
Lantas apakah tuduhan-tuduhan mereka relevan?
Tuduhan tersebut yang berbasis pada anggapan bahwa lambang bulan bintang adaalah lambang Islam tentu akan mentah dengan sendirinya jika ternyata terungkap kenyataan bahwa lambang ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan Islam.
Lambang bulan bintang sendiri sebenarnya sudah digunakan oleh berbagai bangsa-bangsa kuno di Yunani, timur dekat, ataupun Persia namun tidak pernah ditemui dalam dunia Islam sampai berjayanya bangsa Turki dalam dunia Islam lewat iKesultanan Turki Usmani (Ottoman) pada sekitar abad ke-14 dan -15 Masehi, 800 tahun setelah diutusnya Nabi umat Islam. Ada teori yang mengatakan bahwa simbol ini adalah simbol suci suku-suku Turkic sebelum mereka memeluk Islam, adapula teori yang mengatakan bahwa simbol ini baru diadopsi oleh Kesultanan Turki Usmani setelah Kesultanan menaklukkan Kekaisaran Romawi Timur (Byzantium), karena simbol ini sudah lama digunakan dalam kebudayaan Yunani di Byzantium, dimana simbol bulan adalah merujuk pada dewi bulan Yunani Artemis dan bintang adalah simbol yang ditambahkan pada simbol bulan ini oleh Kaisar Byzantium Konstantin I yang melambangkan the Virgin Mary (Bunda Maria). Namun teori pengadopsian lambang Byzantium pada bendera Turki masih diperdebatkan. Namun meski demikian karena begitu dominannya Turki Usmani terhadap dunia Islam pada masa itu, setelah keruntuhannya di tahun 1920an pun simbol ini masih dipakai oleh beberapa negara-negara Muslim.
Apapun asal-usul maupun teori tentang simbol bulan bintang ini, satu hal yang pasti adalah, lambang bulan bintang baru masuk ke dalam kehidupan kaum Muslimin jauh setelah zaman Nabi Muhammad dimana agama islam sudah paripurna sehingga lambang bulan bintang ini dipandang dari perspektif religi sama sekali bukanlah termasuk persoalan agama (religious matters) dalam Islam dan tentunya sangat konyol jika mengatakan bahwa sesembahan kaum Muslimin adalah dewa bulan karena bahkan lambang bulan yang dimaksudpun tidak ada hubungannya dengan islam sebagai sebuah agama dan tidak ada satupun landasan yang ilmiah dan valid dalam agama ini baik Qur'an maupun hadits shahih yang mengatakan bahwa bulan bintang adalah lambang agama Islam. Kalau tidak disebutkan satupun dalam Qur'an dan Hadits yang merupakan sumber ajaran dan pemikiran Islam, bagaimana bisa mengatakan bahwa bulan bintang adalah lambang Islam?
Wallahu 'alam
Referensi: Disarikan dari berbagai sumber
Tanpa bermaskud menyebarkan isu SARA, beberapa orang (salah satunya adalah robert murray, pengarang buku islamic invasion) menuduh bahwa Allah, sesembahan umat Islam adalah dewa bulan, karena mereka menganggap bahwa simbol islam adalah bulan(crescent) dan bintang..Hal semacam ini pernah saya temui sendiri di berbagai tempat di dunia maya dimana beberapa orang menyimpulkan bahwa Allah, sesembahan umat Islam adalah dewa bulan. termasuk juga dalam buku Islamic Invasion ini sebagai sebuah serangan kepada Islam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar